Badan Kendali Mutu Akademik
Universitas Muhammadiyah Malang
Badan Kendali Mutu Akademik
Universitas Muhammadiyah Malang

Pengantar Kebijakan Mutu Akademik UMM

 

Prof. Dr. Ir. Noor Harini, M.S.

Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, beriman dan bertaqwa, bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan dan masyarakat, memiliki kecakapan akademik dan profesional dalam bidangnya, mampu menerapkan, mengembangkan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknonogi dan seni (IPTEKS), memiliki integritas dan komitmen yang tinggi serta berwawasan kebangsaan dan budaya Indonesia, mandiri, kreatif, inovatif dan berjiwa wirausaha.

Universitas Muhammadiyah Malang mensyaratkan pengelolaan pendidikan yang senantiasa melakukan peningkatan mutu secara berkesinambungan. Peningkatan mutu ini dilakukan dengan selalu menjaga terpeliharanya siklus pengelolaan pendidikan tinggi yang komprehensif dan sesuai dengan harapan dan perkembangan masyarakat.

Pengembangan program pendidikan hendaknya mengacu pada rencana strategis UMM dan selalu disertai dengan inovasi terhadap metode dan substansi pembelajaran serta peningkatan infrastruktur, perangkat lunak dan perangkat keras yang diperlukan. Pengembangan dalam jangka menengah dan panjang diarahkan untuk menjadi trend setter di tingkat nasional dan memberikan kontribusi pada standar akademik program sejenis ditingkat regional dan internasional.

Pelaksanaan pendidikan di lingkungan UMM hendaknya dirancang dengan mempertimbangkan pergeseran paradigma pendidikan tinggi yang semula berfokus pada pengajaran dosen (teaching centered learning) ke fokus pembelajaran oleh mahasiswa (student centered learning). Porsi pembelajaran yang berbasis pada penelitian (research) hendaknya ditingkatkan secara berkelanjutan.

Evaluasi terhadap program pendidikan harus dilakukan secara sistematik, terstruktur, periodik dan berkesinambungan dengan menggunakan alat ukur yang dapat diterima masyarakat internasional dan dikembangkan dalam kerangka percepatan UMM menjadi “research university” yang bertaraf internasional.

Peningkatan mutu pendidikan di UMM didasarkan  pada 5 pilar kebijakan pengembangan proses pembelajaran yaitu:

  1. 1. Materi pembelajaran lebih didekatkan dengan persoalan yang nyata, melatih identifikasi persoalan dan strategi penyelesaian;
  2. 2. Integrasi antar disiplin ilmu yang saling mendukung untuk pemahaman  dan implementasinya;
  3. 3. Perspektif internasional yang  berbasis pemahaman keunggulan nasional yang ada (persiapan kerjasama global yang terhormat);
  4. 4. Dorongan pemanfaatan optimal teknologi informasi dan komunikasi yang tersedia dan akan tersedia;
  5. 5. Berbagai inovasi yang membuka akses peningkatan kreativitas.

Dalam rangka efisiensi, suatu program studi dapat ditutup sementara dan dibuka kembali sesuai dengan tingkat kebutuhan yang ada. Keputusan pembukaan dan penutupan tersebut harus diambil melalui langkah evaluasi yang mampu mengelompokan secara obyektif dan cerdas program studi yang potensial untuk dikembangkan ke taraf mutu internasional dan program studi yang perlu ditutup karena keberadaannya justru akan memberikan beban moral, finansial dan institusional.

Sistem Penjaminan Mutu Akademik Internal di tingkat Universitas, Fakultas, Program Studi dan unit-unit pelaksana lainnya dilakukan untuk menjamin:

  1. 1. Kepatuhan terhadap kebijakan mutu akademik, manual mutu akademik,standar mutu akademik, serta peraturan akademik;
  2. 2. Kepastian bahwa lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan yang ditetapkan pada setiap program studi;
  3. 3. Kepastian bahwa setiap mahasiswa memiliki pengalaman belajar sesuai dengan spesifikasi program studi;
  4. 4. Relevansi program pendidikan dan penelitian dengan tuntutan masyarakat dan stakeholders lainnya.

Sistem Penjaminan Mutu Akademik Internal merupakan bagian dari tanggung/jawab pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pimpinanjurusan/program studi serta dosen, dan dituangkan dalam rencana strategis (Renstra) dan rencana operasional (Renop) kegiatan dan anggaran tahunan masing-masing satuan kerja. Sistem Penjaminan Mutu Akademik Internal mengacu pada Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dari Pemerintah (Kemenristekdikti) dengan mengikuti Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Shared: